PT Fimadani Graha Mandiri kembali membuat masalah dengan tidak mau memenuhi kewajiban mengembalikan uang konsumen dan ganti rugi. Padahal Pengadilan Agama Bekasi telah memutuskan bahwa PT FGM telah melakukan wanprestasi kepada 5 (lima) klien Sekar Anindita and Partner Law Firm yaitu Lutfi, Nur RU, Tika, Nurul dan Imam. Kelimanya sudah sangat geram terhadap PT FGM karena sudah lama membayar kewajibannya untuk melakukan pembayaran pembelian rumah secara syariah namun janji rumah akan selesai tidak ditepati.

Dalam wawancara melalui telepon, Sekar Anindita, SH selaku managing partner dari SAP Law Firm mengatakan bahwa sebelumnya juga menangani 2 (dua) klien yang mengalami kasus yang sama. Dua klien tersebut sudah memenangi gugatan sederhana perdata di PA Bekasi dan berakhir dengan perdamaian setelah pihak SAP Law Firm membuat laporan perbuatan melawan hukum ke Polres Metro Bekasi dikarenakan tidak mau melaksanakan putusan pengadilan. “Kejadian PT FGM mangkir terhadap putusan pengadilan ini sudah bukan yang pertama kali tentunya. Ini membuat kelima klien kami berusaha memperjuangkan haknya dengan pelaporan dugaan penipuan dan atau penggelapan ke polisi” pungkas Sekar. Didampingi dua partnernya, Fauziah Suci Cahyani, SH, MH dan Verawati BR Tompul, SH, MH, SAP Law Firm juga menjelaskan bahwa kantor hukum ini telah menerima aduan dari para klien yang diduga telah dikecewakan oleh PT FGM. Ada tujuh calon klien yang telah melaporkan kejadian serupa.

Upaya hukum melaporkan PT FGM ini ditempuh sebagai upaya untuk memintak hak-hak para klien kepada PT FGM. Ditemui secara terpisah, Lutfi selaku pelapor menyampaikan bahwa sudah berupaya menagih rumah yang telah disepakati selesai oleh PT FGM tetapi sampai saat ini tidak kunjung selesai. Ketika proses sidang gugatan sederhana di PA Bekasipun, PT FGM tidak ada itikad baik untuk hadir secara langsung sehingga diputus verstek untuk kemenangan 5 (lima) penggugat. Kerugian yang telah diderita bersama 4 (empat) rekannya tersebut mencapai kurang lebih 1 Milyar rupiah. Hal senada juga diungkapkan oleh Nur RU bahwa dirinya sudah berusaha ketemu Direktur Utama PT FGM, Ferdy Nando, akan tetapi sulit ditemui. Nur RU mengungkapkan bahwa tanah yang dia beli diduga sudah diperjual belikan ke orang lain. Kemudian Nur mengungkapkan bahwa PT FGM ini juga banyak digugat oleh banyak konsumen.

Menurut Verawati yang merupakan pengacara di kantor SAP Law Firm menjelaskan bahwa perbuatan yang dilakukan PT FGM dapat mengarah ke Perbuatan Melawan Hukum Pidana karena kami menemukan bukti-bukti kearah sana. Jadi bukan lagi wanprestasi yang didasarkan perjanjian saja, tetapi ada unsur-unsur yang mengarah pidana. Vera mengatakan kepada para korban yang merasa tertipu dengan jual beli perumahan berbasis syariah ini dapat menempuh jalur perdata dan pidana, sehingga uang yang sudah dibayarkan dapat kembali.

Dalam pantauan online, menunjukkan bahwa PT FGM ini juga sedang digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri Bekasi atas wanprestasi. Ini akan menjadi turbulensi jika pihak aparat tidak segera menyelesaikannya atau menindak secara hukum perusahaan tersebut. Nur menuturkan bahwa konsumen yang tertipu dalam arti wanprestasi mungkin sudah ada 40 orang lebih. Modus marketing syariah menjadi daya tarik konsumen untuk membeli perumahan ini. Untuk itu Nur berharap pihak kepolisian dapat menghentikan kegiatan perumahan berkedok syariah ini dan mengembalikan uangnya dan teman-temannya lain yang sudah dibayarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.