Foto : Logo UIN Jakarta

Gosipnesia.com — Kasus dugaan tindak pidana pemalsuaan dokumen dan korupsi proyek pembangunan Asrama UIN Jakarta senilai Rp 4.7 miliar terus bergulir, setelah pelimpahan kasus dari Polda Metro Jaya ke Polres Tangerang Selatan. Kini, pelapor yang juga Presma UIN tahun 2019, Sultan Rivandi, dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik pasal 45 ayat 3 dan 27 ayat 3 UU ITE.

Menangapi pemangilan tersebut, Sultan Rivandi menyebut akan menjalani proses sesuai aturan yang berlaku. Sultan Rivandi yakin bahwa apa yang ia lakukan bukan bentuk pencemaran nama baik karena menyertakan bukti-bukti.

“Pencemaran nama baik di surat tertulis 21 November 2021 di STAI Al-Hikmah Jakarta Selatan. Semoga itu typo atau memang tidak pernah ada pencemaran nama baik yang saya lakukan. Walaupun janggal Insya Allah tetap hadir,” ujarnya, Rabu (7/4/2021).

Berdasarkan surat panggilan Polda Metro Jaya tertanggal 31 Maret 2021, dugaan terlapor mencemarkan nama baik seorang guru besar UIN Jakarta. Beliau menjabat Ketua Pelaksana Pembangunan Asrama berinisial PS.

Sultan menyampaikan kepada pihak kepolisian bahwa semoga momentum ini menjadi bahan evaluasi terhadap pasal karet yang penggunaannya kerap menjadi tujuan tertentu.

“Saya sampaikan bahwa Polri harus berlaku adil dan selektif terhadap penggunaan pasal karet UU ITE ini. Sehingga tidak ada lagi korban korban pasal karet pencemaran nama baik, khususnya dalam kasus ini,” ucapnya. 

“Semoga keanehan ini tidak terjadi berkelanjutan. Saya yang berniat untuk membersihkan di anggap mencemarkan, tapi yang di duga mencemarkan terus menerus di bersihkan,” pungkas Sultan. (Diana/http://pnj.ac.id/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.